Headlines
Loading...
HOME NASIONAL DAERAH TUBABA PESAWARAN SUMSEL ASAHAN
Membangun Indonesia Dari Pinggiran Lampung

Membangun Indonesia Dari Pinggiran Lampung


Bandar Lampung (Timenews.co.id) -- Pemerataan pembangunan antar wilayah diwujudkan dengan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah – daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Hal ini disampaikan menteri komunikasi dan informatika RI dalam sambutannya yang dibacakan kepala kejaksaan tinggi Lampung, Syafrudin di dalam upacara memperingati hari kebangkitan nasional ke-109 tahun 2017 di lapangan korpri Bandarlampung, Senin, (22/5).

Menurut menteri, Presiden Joko Widodo pada awal tahun ini telah mencanangkan penekanan khusus pada aspek pemerataan dalam semua bidang pembangunan.

“Untuk itu dalam peringatan hari kebangkitan nasional tahun 2017 yang mengambil tema “pemerataan pembangunan Indonesia yang berkeadilan sebagai wujud kebangkitan nasional” ini hendaknya pesan yang tepat dan seyogyanya tidak hanya tertanam di dalam hati. Namun segera diwujudkan melalui strategi, kebijakan dan implementasi dalam pelayanan kita kepada masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan aspek pemerataan pembangunan di segala sektor. Di sektor kelistrikan misalnya, pembangunan ketenagalistrikan telah dilakukan di 2.500 desa yang belum mendapat aliran listrik. Jalan trans-papua yang sudah hampir selesai dibangun. Dari 4.300 kilometer jalan raya trans-papua, 3.800 kilometer diantaranya telah dibuka.

Selain itu, proses perizinan yang berlangsung ratusan hari sampai tak terhingga, dipangkas secara drastis hingga enam kali lebih cepat dari waktu semula. Perizinan di sektor listrik, misalnya, dari 923 hari menjadi 256 hari, perizinan pertanian dari 751 menjadi 172 hari, perizinan perindustrian dari 672 hari menjadi 152 hari, perizinan kawasan pariwisata dari 661 hari menjadi 188 hari.

Demikian juga perizinan pertahanan, dari 123 hari menjadi 90 hari, perizinan kehutanan 111 hari menjadi 47 hari, perizinan perhubungan dari 30 hari menjadi 5 hari, perizinan bidang telekomunikasi dari 60 hari dipangkas jadi 14 hari. Pemangkasan waktu perizinan ini dapat terlaksana berkat teknologi digital.

Ia juga berharap dengan inovasi digital, kedepan akan dihadapkan pada kejutan-kejutan dan tatacara baru dalam berhimpun dan berkreasi.

“Semoga kita semua bisa meniti ombak besar perubahan digital dengan selamat sentosa dan berbuah manis bagi orientasi pelayanan kepada masyarakat. Hanya dengan semangat untuk tidak meninggalkan satu orang pun tercecer dalam gerbong pembangunan, maka negara kesatuan Republik Indonesia ini akan tetap jaya,” tambahnya.

Peringatan hari kebangkitan nasional dilanjutkan upacara ziarah ke taman makam pahlawan yang turut dihadiri sekretaris daerah provinsi Lampung, anggota fokorpimda serta sejumlah pejabat di Lingkungan pemerintah provinsi Lampung.(Rls/Tn/Ok)