timenews.co.id


PANARAGAN-Timenews.id


Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Tiyuh (DPMT) Bersama APDESI Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), menggelar rapat koordinasi terkait BUMTi bersama tiyuh se-kabupaten setempat, yang pada akhirnya BUMTi pailit dan resmi dibubarkan.


Rapat antar tiyuh se-Tubaba dan pemegang saham terkait evakuasi dan perkembangan BUMT Tubaba, merupakan usaha bersama, yang dibentuk dengan menggunakan modal usaha berkisar Rp 5 miliar yang didapat dari penanam modal kisaran 60 juta per tiyuh se-Kabupaten Tubaba, beberapa tahun lalu.


Dengan menggunakan dana desa terbentuk menjadi Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMTi) bersama di Kabupaten Tubaba Provinsi Lampung. Rapat tersebut berlangsung di Aula Balai Tiyuh Pulung Kencana kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), pada, Sabtu (12/02/2022).


Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Tubaba Darsani di dampingi Sekretaris Hendarwan serta Badan Pengelola BUMTi Bersama, yang dihadiri Kadis DPMT Tubaba Sofian Nur, Kadis Kominfo Eri Budi Santoso, Para Camat, Pengawasan BUMTi dan seluruh Kepalo Tiyuh se-kabupaten Tubaba.


Dalam Rapat tersebut membahas beberapa hal penting yang disampaikan, bahwa dasar pendirian dan pembinaan serta penyertaan modal BUMTi mengacu pada Peraturan Menteri Desa dan Daerah Tertinggal (PDTT) Nomor 4 Tahun 2014 dan evaluasi terkait perkembangan BUMTi bersama yang pada akhirnya BUMTi Tiyuh Mandiri Bersama di nyatakan pailit dan di bubarkan.


Usai acara rapat bersama antar Tiyuh awak media menyempatkan untuk mewawancarai kepala Tiyuh Pulung Kencana sebagai sekretaris Apdesi Tubaba di dampingi ketua Apdesi mengatakan bahwa hasil rapat BUMT Bersama dinyatakan pailit dan setuju untuk dibubarkan.


“Alhamdulillah dalam rapat tadi seluruh pemegang saham yaitu Kepalo Tiyuh se-kabupaten Tubaba setuju bahwa Badan usaha milik Tiyuh bersama ini di nyatakan pailit sesuai dengan Audit Badan Akuntan Publik dan seluruh Kepalo Tiyuh se-kabupaten Tubaba setuju BUMT bersama di bubarkan,” paparnya.


Terkait indikasi BUMT di bubarkan, Hendarwan menjelaskan bahwa BUMT bersama tersebut bergerak di bidang ternak ayam barang bernyawa.


“BUMT selama ini bergerak di bidang nyawa yaitu ayam, yang tentunya terkendala berbagai macam penyakit, dan ini tidak bisa kita atasi apabila ayam terkena penyakit mematikan, untuk itu kami kedepannya akan berusaha dan berupaya bagaimana membentuk BUMT bersama dengan bergerak di bidang yang lain-lainnya,”terangnya.


Ditanya terkait kerugian BUMT Bersama selama ini, mereka tidak bisa menjelaskan secara detail jika aset-aset tersebut dijual sisanya berapa dan kerugian nya berapa, aset BUMT bersama yang nantinya akan di lelang, Hendrawan menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Pengelolaan.


“Masalah itu kita serahkan kepada badan pengelola untuk menjelaskannya, Ini masih ada aset berupa tanah, bangunan, kendaraan dan lain sebagainya. yang nantinya akan kita lelang, membentuk tim lelang dan hasil akan di kembalikan kepada Tiyuh masing-masing,”tutupnya.

(red/Joni).