timenews.co.id


Kelangkaan minyak goreng di Provinsi Lampung hingga saat ini belum teratasi oleh pemerintah masih menjadi keluhan masyarakat.

Seperti Ati Rusyati, salah satu warga Kelurahan Labuhan Ratu, Kota Bandarlampung keluhkan pasokan harga minyak di wilayahnya.


Ia menjelaskan, selain langka harga minyak goreng pun naik 3 kali lipat, dari sebelumnya hanya Rp.12.500per liter kini mencapai Rp25 ribu per liternya.

“Susah nemuin minyak, apalagi mau yang harga murah,” akunya. 

Keluhan yang sama disampaikan Yesi warga, Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. 

“Di Lotte mart ataupun Fitrinof jual minyak goreng, tapi stoknya sedikit. Jadi sering gak kebagian. Antrian panjang banget,” katanya, Selasa (22/2).

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, I Made Bagiasa mengatakan, sebenarnya meskipun belum maksimal, pemerintah telah melakukan upaya-upaya untuk menangani kelangkaan minyak goreng tersebut.

Bahkan, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sudah memanggil sejumlah distributor minyak goreng untuk membicarakan agar masyarakat dipermudah mendapatkan pasokan bahan pokok tersebut.