timenews.co.id


Panaragan-Timenews.id


Hasil pemanggilan pihak Dinas pendidikan kabupaten Tulang Bawang Barat menindak lanjuti terkait dugaan penggelembungan jumlah siswa yang dilaporkan pihak sekolah SDN 02/ 20 kartaraharja dalam daftar dapodik tahun ajaran baru 2020-2021 Pihak sekolah beralasan ada perubahan data siswa disetiap tahun ajaran baru.


Dikatakan Doni novalian, Kabid Dikdas tubaba menyatakan pihak nya telah melakukan pemanggilan kepada pihak sekolah kepsek supriyanto,pada jumat (4/2/2022) 


"Tadi pagi yang bersangkutan pak supriyanto sudah kita panggil dan sudah memberikan keterangan

bahwa sekolah membantah tidak ada mark-up Jumlah siswa,SDN 02/20 Kartaraharja,jelasnya.


Doni,Kabid Dikdas, juga beralasan bahwa'sanya hasil klarifikasi duga'an Mark -up data 

Sudah kongkrit tidak ada masalah. bahkan data yang saya lihat,justru kekurangan dan merugikan sekolah


"hasil keterangan dari kepsek supriyanto siswanya hanya: 350 siswa saja.untuk yang mendapatkan dana bos yang di cairkan hanya 339 siswa.yang sisanya data belum di input karna ada masalah dengan NISN ,dan ada juga siswa yang baru masuk dan belum terinput datanya Setiap Agustus data di tarik

Oleh pusat hanya 339 siswa saja.

Pada Agustus 2021,"kilahnya.


menurut,lanjut doni ,sekarang tidak sembarang menginfut data ,jika tidak sesuai dengan NISN maka data juga tidak dapat di input atau tidak terdaftar. NISN dari TK berbeda- beda sehingga cara menginput nya juga terkadang memakai manual


" Contohnya;data siswa SD 02/20 Kartaraharja sekarang 350 tapi yang terdaftar yang mendapat kan dana bos di pusat hanya 339 siswa saja.Inilah salah satu kerugian sekolah tersebut.Dan saya pastikan bahwa pihak sekolah tidak ada mark-up jumlah siswa ,karena sudah di cek di data saya,"elaknya.


Doni,"juga berjanji bahwa pihaknya akan menunjukkan data pihak sekolah tersebut Hari Senin 07/02/2022 mendatang


" nanti akan saya tunjukan data- data rekening koran dari pihak bank pencairan dana bos tersebut. Dari 350 siswa hanya di cairakan dana bos, 339 siswa saja,dan data-data hasil temuan kawan-kawan akan di cocokkan


Sementara seusai diperiksa dinas pendidikan, saat dikomfirmasi awak media supprianto yang bersangkutan memberi keterangan terkait persoalan tersebut  


"iya kami di panggil untuk mejelaskan jumlah data siswa di SDN 20 yakni 350 pada tahun 2021-2022 Jumlah siswa yang mendapat kan dana bos yakni 339

Selain itu ada siswa 11 siswa, akan tetapi 11 siswa tersebut belum terinput di data pusat,karna pengajuan data siswa hanya di setiap bulan  Agustus.kelitnya


Sementara diberitakan sebelumnya

berdasarkan data yang berhasil di himpun oleh media dari keterangan dua orang guru disekolah setempat mengatakan sesuai dengan data yang ada dalam struktur sekolah tersebut jumlah murid dari kelas 1sampai 6 terdapat 351 siswa,"ujarnya saat dikomfirmasi pada rabu (2/2/2022)


" Benar mas Sepengetahuan kami sesuai dalam struktur sekolah jumlah keseluruhan data kelas UPT 20 kartaharja siswanya 351

mengingat sekolah ini ada 12 rombel yang masuk pagi,8 rombel,siang ada 4 rombel.Rombel pagi,1,2,5,6 dan yang siang 3, dan ,4 dalam satu kelasnya ada 2 rombel A dan B .paparnya.


Hal senada keterangan yang berbeda disampaikan Edy Yuwono guru olahraga mengatakan Data keselurahan murid UPT SDN 20 kartaharja berjumlah 349 siswa.

ungkapnya


Berdasarkan laporan dapodik pihak sekolah ditemukan terdapat mark-up 7 siswa dari 396 murid yang dilaporkan pihak sekolah dalam data dapodik tahun ajaran baru 2021-2022 (JN)