timenews.co.id

Tulang Bawang Barat (Timenews.id) --Rumput lapangan sepakbola tiyuh Tirta kencana kecamatan Tulangbawang tengah kabupaten Tulangbawang barat yang telah dijual oleh kepala tiyuh kepada pihak Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) beberapa waktu yang lalu diduga syarat penyimpangan.

Pasalnya,Keterangan sekretaris tiyuh(desa)dalam pelaksanaan  penjualan,pembersihan serta penggusuran lapangan hingga perencanaan penanaman kembali rumput tersebut menurut warga tidak sesuai.

Salah satu warga tiyuh setempat mengatakan pada saat pembersihan tidak ada tenaga kerja yang diberikan upah.

Sepengetahuannya,anggaran untuk biaya sewa alat berat itu tidak sesuai dengan apa yang dikatakan sekretaris tiyuh Tirta kencana tersebut.

"Setahu saya sewa alat berat doser itu cuma 2,7 juta bukan 6 juta gak bener kalau segitu,"Kata Warga tiyuh Tirta kencana.pada Sabtu(6/10/2018).

Ia juga menyayangkan terhadap penjualan rumput tersebut dimana untuk memperbaiki,membeli rumput hingga perencanaan menanamnya kembali sudah menelan anggaran yang sangat pantastis.

"Kita hitung saja.jual rumput 10 juta ditambah duit Dana desa 22 juta lebih.masuk akal enggak dengan nilai anggaran yang seperti itu.rumput dari mana belinya coba.dari keterangan sewa alat berat saja sudah enggak sesuai dengan keterangan yang saya dapatkan.dengan anggaran segitu mendingan diperbaiki saja rumput yang lama jangan dijual,enggak usah main akal-akalan lah itu uang negara,"Ujarnya.

Sementara,dalam penjelasan sekretaris tiyuh Tirta kencana sebelum warga angkat bicara tersebut,mengatakan bahwa dalam perencanaan penjualan rumput lapangan tersebut sudah dilakukan rapat.

"Sudah dilakukan rapat bersama aparatur tiyuh,ketua bpt,tokoh masyarakat,tokoh pemuda dan warga,"Kata Sakat(Sekretaris tiyuh) beberapa yang lalu.

Ia juga menjelaskan bahwa sudah berkoordinasi dengan temannya untuk mendapatkan bibit rumput tersebut Dilampung timur.

"Kita belum kesana(Lampung timur)tapi sudah berkoordinasi,untuk bibit rumput yang akan dibeli kita pakai standar asli stadion ,Bibit harga 150 ribu per satu plastik.dalam satu plastik bibit rumput itu kalau ditebar 10 meter persegi.jadi semuanya kan satu hektar jadi kita butuh 100 bungkus/plastik totalnya 15 juta buat beli rumput aja,"ucapnya.

"Sewa alat berat Geleder dianggarkan 6 juta,yang khusus tenaga kerja ngebabat  kemarin karena bongkor 1 juta yang kerja warga sekitar dikoordinir pak RK,jadi karena buat menanam lagi dananya tidak cukup 10 juta maka kita  ambil juga dari dana desa sebesar Rp.22.847.000,karena penanaman rumput tersebut sampai diperawatan menelan angaran sekitar 30 juta,"jelasnya.(am/oki)