Headlines
Loading...
HOME NASIONAL DAERAH TUBABA PESAWARAN SUMSEL ASAHAN
Dinas pertanian Pemkab Lampung Timur Angkat Bicara

Dinas pertanian Pemkab Lampung Timur Angkat Bicara

Lampung Timur (Timenews.id) -- Mandeknya dana PUAP yang di kelola Gapoktan "BERKAH" di desa Labuhan Ratu V, Pihak dinas pertanian lampung timur yang diwakili oleh Jaka Mas menegaskan bahwa kami dari dinas pertanian akan segera turun ke lapangan untuk menelusurinya dan kami akan cross check. Seperti kita tahu bahwa dana PUAP adalah dana hibah yang harus digulir sesuai aturan yang ada bukan untuk memperkaya diri sendiri "Tegasnya

Kasi Investasi dan pembiayaan dinas pertanian lampung timur JakaMas saat di wawancara wartawan timenews.id di kantor dinas pertanian pada senin 07/05/2018 menambahkan, seperti diketahui bahwa PUAP itu mulai ada sejak 2008 sampai 2015. yang mana PUAP adalah dana hibah dari kementerian pertanian yang disalurkan ke gapoktan untuk dikembang kembali ke kelompok tani. Sedangkan untuk penggunaannya tergantung dari hasil musyawarah bersama dan sistematika pengembalikan nya sendiri itu pun tergantung dari hasil musyawarah juga. "Ujarnya

Perlu diketahui juga
bahwa jika ada gapoktan yang berkata bahwa dana puap sudah di anggap hangus itu salah karna dana itu harus tetap di gulirkan sebelum ada surat edaran dari kementrian pertanian yang menyatakan bahwa dana itu sudah di anggap hangus. Dan dana PUAP itu disalah gunakan seperti contoh dihilangkan atau digelapkan, Sudah pasti itu perbuatan salah dan itu sudah pasti ada unsur pidananya Jika terbukti disalah gunakan. Namun Untuk sanksi nya yang jelas itu bukan dalam kewenangan kita karena itu dalam kewenangan aparat hukum" Tambahnya.

Disini saya mewakili dinas pertanian memyampaikan terimakasih atas penelusuran kawan kawan media di dilapangan, karena secara tidak langsung kawan kawan media sebagai control sosial dalam pengawasan di masyarakat. "Tutup Jaka Mas

Terkait pemberitaan edisi Selasa 25/04/2018 lalu, Seorang anggota kelompok Tani (Anugrah) yang namanya enggan disebutkan saat di temui di kediaman nya. mengatakan bahwa tidak mengtahui tentang ada nya dana PUAP tersebut.
karna tidak ada pemberitahuan dari Gapoktan itu dendiri kepada kelompok kami. boro boro dapat guliran dana untuk membantu kami para petani dalam bercocok tanam. tentang  adanya bantuan itupun kami tidak di beritahukan pak. Memang pernah ada salah satu anggota kelompok kami yang menanyakan prihal dana PUAP tersebut. Kepada ketua gapoktan. Katanya dana itu masih banyak yang lagi macet.....kemudian saat di tanya kemacetan dana tersebut di mana...? jawab nya kepada perorangan bukan kelompok tani sementara yang ada di rekening Gapoktan saat ini hanya sekitar 50 % dan rekening nya pun ada di dinas pertanian " katanya menirukan ucapan ketua Gapoktan.

Sementara di hari yang sama ketua kelompok tani Anugrah 1 yang tergabung di gapoktan Berkah yang juga  namanya enggan disebutkan saat di temui wartawan timenews.id di kediamannya mengatakan. Dana PUAP yang digulirkan oleh pemerintah daerah hanya berjalan pada satu tahun pertama saja. Ke beberapa kelompok tani yang menginduk di gapoktan Berkah, Salah satunya kelompok saya. "Kata dia.

Dikala itu lanjutnya. kelompok kami mendapat pinjaman Rp 7.500.000 untuk sepuluh anggota kelompok saya. Jadi 1 anggota mendapatkan Rp. 750.000 dan harus dikembalikan dalam jangka satu tahun senilai Rp. 900.000.Jadi karena anggota yang mendapat pinjaman sebanyak 10 orang, maka kami harus mengembalikan senilai Rp.9.000.000, namun setelah lewat satu tahun pertama tersebut sudah tidak ada kelanjutanya untuk perguliran dana PUAP itu. Sedangkan untuk kelompok tani yang lain saya kurang faham apakah sudah lunas semua atau belum.

Saya berharap tentang berhentinya dana PUAP ini agar segera terbongkar karena uang nya cukup besar dan  banyak petani yang membutuhkan dana itu dan juga kelompok tani merasa terbantu dengan adanya PUAP tersebut. " Imbuhnya.

Sementara ketua Gapoktan yang di ketahui bernama" Sulih saat ditemui dikediamannya untuk di konfirmasi dia tidak mau ditemui sampai berita ini di terbitkan belum dapat dikonfirmasi lewat apapun juga.

Reporter
Herwandi/Mr. W