Headlines
Loading...
HOME NASIONAL DAERAH TUBABA PESAWARAN SUMSEL ASAHAN
Anton Murdianto PT. ASDP Indonesia Ferry Bakauheni Gelar Sosialisasi Standar Pelayanan Public

Anton Murdianto PT. ASDP Indonesia Ferry Bakauheni Gelar Sosialisasi Standar Pelayanan Public

Lampung Selatan (Timenews.id) -- Untuk meningkatkan pelayanan publik, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Lampung Selatan melakukan Sosialisasi Standar Pelayanan pada Pelabuhan Penyeberangan, di ruang rapat lantai 2 kantor Pelabuhan Bakauheni.

General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Lampung Selatan, Anton Murdianto, mengajak seluruh stakeholder yang ada di pelabuhan Bakauheni untuk mensukseskan pelayanan publik yang ada di pelabuhan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Lampung Selatan, dengan landasan dan dasar hukum standar pelayanan publik, mengacu pada UU NOMOR 25 Tahun 2009, Peraturan Presiden NOMOR 96 Tahun 2012, dan Peraturan Menteri Perhubungan NOMOR 19 Tahun 2017.

Bahkan Anton mengatakan, tujuan sosialisasi ini adalah, mensosialisasikan standar-standar pelayanan yang ada di ASDP, agar diketahui oleh public, dan dipahami oleh penguna jasa, baik itu dari perusahaan pelayaran, maupun staekholder yang ada.

“Sebetulnya sosialisasi standar pelayanan publik sudah di jalankan sebagaimana mestinya. Disini kita cuma mereview lagi, sosialisasi lagi, mungkin ada perbaikan-perbaikan yang perlu kita koreksi, yang selama ini sudah berjalan,” katanya, Jumat siang (20/4/2018).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, bahwa sosialisasi mengenai standar pelayanan publik, yaitu: mengenai standar pelayanan jasa pelabuhan, mengenai pengisian air tawar, jasa sandar, parkir, sewa lahan, jasa layanan iklan, sterilisasi pelabuhan, jasa penyeberangan dan tambat kapal.

“Ini kita buatkan standar-standarnya, sehingga saudara-saudara kita, yang mau menyeberang, dan yang menggunakan pelabuhan kita, sudah tahu standartnya begini, penumpang kita yang masuk kepelabuhan, ada petunjuk arahnya ke sini. Dan kami mengharapkan, dengan berjalannya sosialisasi itu, saudara-saudara kita yang mau nyebrang, maupun yang dating, itu merasa nyaman, tentram, dan aman, sehingga pelabuhan itu nggak menjadi momok lagi,” terangnya.(Hrmn)