timenews.co.id


Tulang Bawang Barat (Timenews.id) -- Pengukuhan Kepala Marga Tegamo'an Lampung Pepadun Lampung Kabupaten Tulang Bawang, dimana yang menjadi Kepala Marga Tegamoan yaitu Hermani S.P (Gelar Minak Bangsawan Diraja) yang di gelar Di Sesat Agung Kayou Rayou tiyuh Panaragan Jaya kecamatan Tulang bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Rabu 14/02/2018,hal tersebut agar dapat saling bersinergi dalam membangun Kabupaten setempat.

acara tersebut yang di hadiri Wakil Bupati Fauzi Hasan,Se,MM. Kapolres yang di wakili oleh Kaplsek, Kompol Leksan Ariyanto, S.IK Damdin Tulang Bawang Tengah dan seluruh Marga Adat Tulang Bawang yang berada di Tubaba yaitu tiyuh Pagar Dewa,Penumangan, Panaragan,Bandar Dewa, Menggala Mas dan teladas.

Dalam sambutan Hermani SP menyampaikan agar Bupati Umar Ahmad Sp dan Wakil Bupati Fauzi Hasan Se,MM selalu memberikan arahan dan bimbingan kepala mereka semua dalam menjalankan peranan sebagai masyarakat yang berbangsa dan bernegara.

‎” Kami sebagai Kepala Marga Tegamo’an Tulangbawang Barat Lampung Pepadun, mohon dengan Bapak Bupati atas bimbingan dan arahannya. Kepala Marga bukanlah ingin mengembalikan sistem Pemerintahan Adat masa lalu, tetapi lebih menekankan kepada peranan masyarakat adat dalam rangka berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan UUD 1945.” kata Hermani dalam sambutannya.

Hal tersebut mendapatkan sambutan dari bapak Bupati yang di sampaikan oleh wakil Bupati dalam sambutannya pemerintah Kabupaten sangat mendukung dalam budaya adat istiadat,sehingga kegiatan yang terus berkelanjutan  membuat minat generasi-generasi muda ikut serta dalam adat tersebut.

"kalau bukan kita yang memperkenalkan adat kepada generasi muda,maka adat ini lambat laun akan tersaingi oleh moderenisasi"ucapnya.

Dirinya juga mengharapkan agar fedrasi Megou Pak Tulang Bawang, dengan dibentuknya Kepala Marga Tegamo'an dapat membuat perubahan-perubahan terhadap Kabupaten Tubaba, dengan membuat kegiatan-kegiatan yang menyangkut tentang adat seni budaya yang di selenggarakan di Sesat Agung sehingga bukan hanya penduduk asli akan tetapi penduduk transmigrasi juga bisa mengetahui seni budaya adat lampung.

"kita sudah membangun, Sesat Agung ini dengan begitu besar, agar bisa dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. Buatlah suatu kegiatan dalam sesat ini yang menyangkut seni budaya kita, sehingga pengunjung yang datang ke Sesat ini, dapat belajar tentang Adat budaya  Lampung".harapnya.


Fauzi juga menambahkan, dalam seni budaya bukan hanya sekedar bahasa yang dapat di tanamkan dalam generasi muda akan tetapi banyaknya seni budaya yang ada di Lampung seperti seni tari, gitar klasik, pemukulan Gong dan banyak lagi, bahkan untuk yang berbeda suku yang lahir Lampung pada umumnya dan berdomisili di kabupaten Tubaba dapat di ajarkan berseni budaya lampung.

"karena budaya kita bukan bahasa saja akan tetapi banyak yang bisa di pelajari walaupun beda suku. Suatu contoh kalau ada Tukimin memainkan gitar klasik lampung apa ngak suatu yang luar biasa"tambahnya.(Heriyanto)