timenews.co.id


Tulang Bawang (Timenews.co.id) -- Masyarakat nelayan pesisir laut Tulangbawang di Dusun Minak Jebi, Kuala dan Teluk Gedung, Kecamatan Rawajitu Timur, membutuhkan perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) untuk dapat memberikan mereka sarana alat tangkap ikan maupun bantuan berbagai program sarana dan prasana penunjang kehidupan yang di dapatkan masyarakat di Kecamatan lainnya.

Pasalnya selama ini di ketiga Dusun tersebut seperti di anak tirikan Pemerintah lantaran konflik tapal batas pada beberapa tahun belakangan ini sehingga berimbas dengan banyaknya warga yang kurang mampu lantaran tidak adanya dukungan Pemerintah dari segi peningkatan perekonomian masyarakat.

Hampir seluruh masyarakat yang tinggal di tiga Dusun ini menggantungkan hidup sebagai nelayan, dan kebanyakan dari mereka hidup di bawah garis kemiskinan, apalagi tentang mengenyam pendidikan untuk anak-anak mereka jauh dari kata bisa bersekolah, hal ini karena Dinas Pendidikan Tulangbawang tutup mata terhadap dunia pendidikan di wilayah perbatasan ini meski sebenarnya warga telah menyiapkan lahan untuk dihibahkan guna bangunan sekolah jika kelak dapat di bantu oleh Pemerintah.

Masyarakat di Teluk Gedung, Minak Jebi dan Kuala ini sebagai mana di ketahui bagaikan hidup bukan di negeri sendiri, para pria mencari nafkah sebagai kepala keluarga melakukan aktivitas nelayan dengan sarana tangkap sederhana, begitu pula para ibu rumah tangga mereka bekerja membersihkan ikan hasil tangkapan nelayan untuk dijadikan ikan asin ataupun dibersihkan untuk di jual ke penampung di daerah sekitar.

Terkadang mereka iri, ya itu perkataan masyarakat di tiga Dusun ini melihat nelayan dari luar menangkap dengan peralatan modern dan memadai yang sebagian itu merupakan bantuan dari Pemerintah.

"Nelayan disini tangkap ikan pakai alat tangkap biasa, ada yang mengunakan perahu sampan dan mata kail, paling ada yang gunakan motor laut bobotnya kecil, itupun biasanya kerjasama dengan orang lain atau pemilik kapal," demikian kata Herman, Tokoh masyarakat setempat menuturkan.

Padahal, kata Herman, potensi perikanan yang dimiliki wilayahnya sangat melimpah ruah, namun tak bisa dipungkiri terkendala dengan keterbatasan sarana alat tangkap yang tidak memadai.

Senada dengan Yesi, seorang ibu rumah tangga dengan keseharian bekerja memilih udang hasil tangkapan sang suami, dirinya mengaku bahwa belum ada bantuan sedikitpun dari Pemerintah Kabupaten Tulangbawang, baik itu dalam bentuk sarana penunjang perekonomian maupun sarana untuk kelayakan kehidupan masyarakat.

"Kami selaku masyarakat berharap kiranya pihak Pemkab dapat membantu wilayah kami, apapun bentuknya bantuan itu sangat berharga di mata warga, sebab hasil tangkapan sedikit lantaran minimnya peralatan," kata ibu satu anak tersebut. (Brama)