Iklan

Iklan

,

Iklan

PWI Menerima Anugerah Kebudayaan di Tengah Gejolak Pesta Demokrasi 2024

Redaksi
Kamis, 03 Agustus 2023, 20:17 WIB Last Updated 2023-08-03T13:17:47Z

 


Jakarta, – Penghargaan Kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia Pusat (AK-PWI Pusat) untuk Bupati/Wali Kota akan Diadakan di Tengah Gejolak Pesta Demokrasi 2024


Penghargaan Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia Pusat (AK-PWI Pusat) yang diberikan kepada Bupati/Wali Kota akan digelar kembali pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 di Jakarta. Acara ini akan berlangsung dalam suasana pesta demokrasi Pemilihan Umum 2024.


Penghargaan ini pertama kali diperkenalkan pada peringatan HPN 2016 di Lombok, saat H. Margiono (almarhum) menjadi Ketua Umum PWI Pusat. Tradisi ini kemudian dilanjutkan oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari pada peringatan HPN 2000 di Banjarmasin, HPN 2021 di Jakarta, HPN 2022 di Kendari, HPN 2023 di Medan, dan pada HPN 2024 yang akan datang, akan kembali diadakan di Jakarta.


Atal S. Depari, Ketua Umum PWI Pusat, dan Yusuf Susilo Hartono, Ketua Pelaksana AK-PWI, telah membahas secara khusus tentang AK-PWI 2024. Mengingat banyak Bupati/Wali Kota yang habis masa jabatannya dan digantikan oleh Pelaksana Tugas (Plt), hal ini telah dibahas secara internal.


Menurut Atal S. Depari, "Bupati dan Wali Kota yang masih aktif adalah modal utama. Mereka harus masih aktif saat berpartisipasi dalam Anugerah Kebudayaan PWI dari awal."


Ketua Pelaksana AK-PWI, Yusuf Susilo Hartono, menambahkan bahwa konsep penghargaan ini sejak awal, setelah pertemuan Redaktur Kebudayaan se-Indonesia di Siak, Riau pada tahun 2014, difokuskan pada Bupati/Wali Kota dan bukan hanya pada daerah mereka.


"Penghargaan ini dimaksudkan untuk menghargai kepala daerah. Ini mempertimbangkan sejauh mana mereka memahami kebudayaan dan sejauh mana kebudayaan menjadi dasar untuk memajukan pembangunan daerah mereka, sehingga hasilnya bisa terlihat nyata di daerah tersebut," kata Yusuf.


Yusuf menekankan pentingnya kerja sama antara Bupati/Wali Kota dengan media dan wartawan dalam memajukan kebudayaan lokal/nasional, mengingat pentingnya kebudayaan dalam identitas Indonesia. UNESCO juga telah mengakui bahwa Indonesia memiliki kekuatan budaya yang luar biasa, dan kebudayaan adalah sesuatu yang dapat diperbarui di era informasi ini.


Sejak AK-PWI pertama kali diperkenalkan pada HPN 2016 di Lombok, hingga perayaan HPN 2023 di Medan, sudah ada 58 Bupati/Wali Kota yang menerima penghargaan ini. Beberapa di antaranya adalah Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, periode 2010-2015, yang saat ini menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan M. Ridwan Kamil, Walikota Bandung periode 2013-2018, yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.


Dalam HPN 2024 mendatang, tema penghargaan ini adalah "Inovasi Budaya Lokal Unggulan untuk Memperkuat Identitas Daerah." Tema ini mencerminkan upaya untuk mendorong inovasi kepala daerah dalam memajukan budaya lokal unggulan untuk menghadapi tantangan masa depan, dengan tetap menjunjung tinggi kemanusiaan dan kelestarian alam.


Syarat untuk mengajukan diri dalam penghargaan ini antara lain adalah bahwa Bupati/Wali Kota masih dalam jabatan dan tidak terlibat dalam masalah hukum (KPK). Pendaftaran akan dibuka mulai 2 Agustus hingga 2 November 2023. PWI Pusat telah mengirim surat dan TOR AK-PWI 2024 ke PWI Provinsi seluruh Indonesia serta ke APKASI dan APEKSI untuk memberikan informasi yang lebih jelas kepada pemerintah daerah dan pengurus PWI daerah. Sosialisasi akan dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2023 melalui pertemuan tatap muka langsung dan secara daring melalui zoom meeting.(Sumber Metropolis.co.id)

Iklan