timenews.co.id


Tanggamus (Timenews.id) --  Wacana Pemerintah Kabupaten Tulangbawang melakukan pemugaran Tugu Garuda, dan membangun taman, menjadi agenda besar yang  diprediksi gagal. Pasalnya, pihak penjual sangat keberatan dengan harga jual yang diminta oleh pembeli, dalam hal ini Pemkab Tulangbawang.

Pemugaran Tugu Garuda yang letaknya di jantung kota Kabupaten Tulangbawang yang nantinya akan dijadikan salah satu icon kabupaten setempat diprediksi menemui jalan buntu mengingat permintaan pemilik lahan dalam hal ini Hi. Sabki mematok harga sebesar Rp400.000 per meter, sementara hasil penilaian tim apresial tentang harga tanah dari Pemkab Tulangbawang hanya berani membayar Rp132.000 per meter.

Diketahui, saat kepemimpinan Winarti dan Hendriwansyah ini, Tugu garuda yang tepatnya di depan Terminal Menggala akan dilakukan pemugaran, lokasinya akan diperluas dengan melakukan pembebasan lahan milik warga seluas 2 ha untuk pembangunan taman dan fasilitas lainnya. 

Tetapi sangat disayangkan pemilik lahan setelah dilakukan pendekatan persuasif oleh Pemkab Tulangbawang, siap melepas lahan tersebut dengan harga Rp 400.000 per meter sementara berdasarkan penilaian dan kajian yang dilakukan oleh tim apresial terkait harga tanah hanya berani membayar dengan uang Pemkab sebesar Rp132.000 per meter, dan sampai saat ini belum ada titik temu masalah harga dengan pihak penjual. 

Mengingat selisih harga yang terlalu menyolok tersebut dapat diprediksi lokasi lahan untuk pemugaran Tugu Garuda yang telah masuk dalam agenda besar Pemkab Tulangbawang dan akan menjadi salah satu icon kabupaten setempat tidak dapat menemui kesepakatan, alias gagal. 

Sementara itu, Sekda Tulangbawang Drs Sobri saat dihubungi melalui ponselnya, Senin (12/2) mengatakan, membenarkan saat ini masih melakukan proses pendekatan dengan pemilik lahan, agar kiranya dapat sepakat untuk menjual lahan tersebut sesuai dengan penilaian Tim Apresial yakni sebesar Rp132.000 per meter, akan tetapi pemilik tanah dalam hal ini keluarga besar Hi Sabki meminta Rp 400.000 per meter bersih dalam hal ini, Merek dibayar tidak dikenakan pajak. 

"Kalau dikatakan proyek pemugaran dan perluasan lahan itu dinyatakan gagal, itu belum pasti karena saat ini masih dalam tahap proses, dan telah melakukan proses dengan aparat penegak hukum untuk mencari jalan tengahnya, kalau nantinya pemilik lahan tidak mau melepasnya dalam hal ini tetap sesuai dengan permintaannya, pemerintah ini tidak buntu untuk memperjuangkan program yang nantinya akan menjadi ikon kabupaten setempat, mungkin akan di pindahkan lokasinya, atau pemanfaatan lokasi terminal, yang jelas terlalu dini untuk mengatakan proyek tersebut diprediksi akan gagal karena sampai saat ini masih melakukan negoisasi dengan pihak penjual,”tutup Sobri.

Berdasarkan pantauan Bongkar Post, Bupati dan Wakil Bupati, dua pekan terakhir ini lebih menitik fokuskan pembangunan pada rumah budaya di Kampung Cakat Raya , belum mengarah pada pembangunan di sekitar Tugu Garuda.  (Ma)