Headlines
Loading...
HOME NASIONAL DAERAH TUBABA PESAWARAN SUMSEL ASAHAN
Sebelum Di Eksekusi Untuk JTTS, Sembilan Rumah Sudah Dibongkar Oleh Pemiliknya

Sebelum Di Eksekusi Untuk JTTS, Sembilan Rumah Sudah Dibongkar Oleh Pemiliknya


Keterangan Gambar Sebelum dieksekusi, rumah Yunus Radin Panji yang ada di dusun kenyayan, desa bakauheni, kecamatan bakauheni, lampung selatan, sudah di bongkar sendiri. Foto Wandi/timenews.co.id
Lampung Selatan (Timenews.co.id) - -Bangunan rumah yang terkena pembebasan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), milik keluarga besar Yunus Radin Panji, yang di Dusun Kenyayan, Desa Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan,  ada sekitar sembilan rumah, dan rencana akan di eksekusi tanggal 30 Maret 2017, sudah di bongkar oleh pemiliknya sendiri.

Saat timenews.co.id datang ke lokasi memantau bangunan rumah yang akan di eksekusi oleh pihak pengadilan lampung selatan, ternyata, bangunan rumah sudah di bongkar oleh pemiliknya sendiri. Menurut Juher, salah satu anak dari Yunus Radin Panji menerangkan, bahwa keluarganya sudah pindah sekitar tiga hari yang lalu.

"Bangunan sudah kami bongkar sendiri, tidak perlu dieksekusi. Keluarga kita sudah pindah walaupun kita mengontrak rumah." Katanya, rabu (29/3).

Saat di tanya mau di eksekusi tanggal 30 Maret besok, keluarganya mempersilahkan rencana eksekusi. "Rumah sudah kosong, apa yang mau di eksekusi? Kita sudah pindah, walaupun mengontrak rumah orang. Alhamdulillah sudah kosong dan tidak ada barang yang tersisa, tingal bangunan kosong itu saja." Kata juher sambil menunjuk bangunan rumah yang sudah tidak memiliki atap lagi.

Sedangkan Camat Bakauheni Zaidan, SE, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa bangunan rumah warga desa bakauheni yang terkena lintasan JTTS Bakauheni, Lampung Selatan - Terbangi Besar, Lampung Tengah, Lampung, sudah tidak ada kendala apapun, semuanya sudah klier.

"Warga kita kan sangat mendukung dengan pembangunan jalan tol, dan warga kita yang ada di bakauheni semuanya taat hukum, mengenai rencana eksekusi tanggal 30 besok, memang itu wewenang pihak pengadilan untuk melakukan eksekusi, yang jelas warga kita, yang rumahnya akan di kosong kan atau dieksekusi, hingga hari ini rumah keluarga yunus radin panji sudah kosong." Tutupnya. (Wandi)