Iklan

Iklan

,

Iklan

Wabup Lamteng menghimbau Kakam tidak main-main didalam mengelola Anggaran Dana Desa (ADD)

Redaksi
Selasa, 06 September 2016, 19:39 WIB Last Updated 2017-01-10T23:50:40Z
Lampung Tengah (TN)- Wakil Bupati Lampung Tengah (Wabup Lamteng) Loekman Djoyosoemarto menghimbau, para Kepala Kampung (Kakam) yang ada di Kabupaten yang berjuluk Bumi Beguai Jejamo Wawai ini, untuk tidak main-main didalam mengelola Anggaran Dana Desa (ADD). Ia meminta, hendaklah membuat RPJM Desa, agar didalam mengelola ADD dapat melalui prosedur dan mekanisme yang ada.

" Saya minta jangan hanya asal tunjuk, namun gunakan musyawarah dengan para tokoh dan aparatur kampung didalam mengelola anggaran tersebut. Sehingga tidak terjadi kecemburuan dan mis komunikasi didalam pembangunannya,"seru Wabup Loekman, Minggu (4/9/2016).



Wabup Loekman mengatakan, dengan adanya ADD ini, pembangunan jalan- jalan disetiap kampung di Lamteng, hampir semuanya rata- rata sudah di onderlagh. Selain itu, lanjutnya, pembangunan jembatan sebagai alat penghubung jalan warga dikampung juga sudah banyak yang di bangun.

"Artinya kegunaan ADD ini sangat berpengaruh untuk kemajuan kabupaten kita ini, dan dapat membuat pembangunan di tingkat kampung sangat terasa sekali dan optimal."katanya.

Oleh karena itu, Wabup yang berpasangan dengan Mustafa ini berharap, para Kakam di Lamteng, tidak sembarangan dan semaunya sendiri didalam pembangunan yang akan dikerjakannya.

" Utamakanlah mutu dan kwalitas pembangunannya. Saya tidak mau nantinya ada temuan- temuan penegak hukum terkait kegunaan ADD, yang bisa menjerat Kakam ke penjara. Saya juga tidak menampik kalau pekerjaan itu pasti mencari keuntungan. Namun, janganlah sampai berlebihan, itukan sudah ada aturan dan ketentuan-ketentuannya.,"
imbuhnya.

Menurut mantan Kadisnakertrans Bandar Lampung ini, pembangunan jalan onderlagh yang ada dikampung-kampung di Lamteng saat ini masih terbilang kurang pas, dan belum oftimal.

" Beberapa kali saya lakukan cek ke lokasi, di beberapa kampung saya melihat pembangunan jalan masih terbilang kurang pas dalam pemasangan batu onderlaghnya. Padahal itukan sudah ada para pendamping desa yang mengawasi. Seharusnya para Kakam gunakan tenaga teknis yang paham dalam pembangunan jalan,"tukasnya.(Can/Dra)

Iklan