METRO (TN)Dalam rangka memantau kesiapan pelaksanaan musim tanam (MT) 3 di wilayah Kota Metro, Dirjen Hortikultura DR. Ir. Spudnik Sujono K, MM sambangi hamparan sawah di Kelurahan Mulyosari kecamatan Metro Barat, Selasa (20/9). Dan ia menyimpulkan bahwa para petani Kota Metro telah optimal mempersiapkan lahannya untuk MT3 tahun ini.
Penanggung jawab Tim Upsus PAJALE Lampung ini mengatakan, berdasarkan pengamatannya persemaian benih padi di Kota Metro sudah optimal. Sehingga dalam minggu ini atau akhir September sudah mulai bisa tanam. Namun demikian, ia akan tetap mengupayakan pengendalian hama seperti tikus dan wereng.
![]() |
| Foto Bersama pejabat setempat serta tim pemantau |
“Harus antisipasi hama, sebab insensitas tanam tinggi. Pemerintah harus hadir untuk itu. Tidak hanya menganjurkan saja, cari solusi untuk pengendaliannya. Petani dan pemerintah di Metro sudah bagus, tidak semata mengandalkan kimia namun andalkan hayati juga dalam penanganan hama. Sebab kalau kimia saja, kodok pun mati. Kabupaten Lamteng saja tidak ada respon seperti itu. Kota Metro luar biasa dan ini memang tergantung kreatifitas pemerintah dan para petani,” cetus Spudnik Sujono seraya mengatakan bahwa ia baru saja meninjau kesiapan Lamteng untuk MT 3 tahun ini.
Ia lantas berharap, Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Sekampung Batanghari dapat memenuhi airnya. “Sekarang tanam, Desember panen dan Januari bisa tanam lagi. Dan kita wajib waspada hama. Terlebih, kemarau seperti ini tidak semua dapat air. Jadi jika air mengalir tak dimanfaatkan mubazir nanti. Petani harus siap,” mintanya.
Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kota Metro Ir. Yeri Ehwan, MT menjelaskan, total seluruh lahan MT 3 Kota Metro mencapai 1.457 Ha. Ini meliputi 8 kelurahan yakni 4 kelurahan di Kecamatan Metro Selatan, Kelurahan Mulyosari dan Mulyojati Kecamatan Metro Barat, Kelurahan Tejosari dan Tejoagung Kecamatan Metro Timur.
“Semua merupakan pengairan dari Sekampung Batanghari. Kami sudah memberi bantuan kepada petani berupa benih padi, poradan untuk pestisida guna upaya pengawalan agar tidak ada gangguan hama,” ucapnya.
Guna mengantisipasi kerugian gagal penen, ia telah mensosialisasikan kepada petani tentang asuransi tanaman yang merupakan program pemerintah pusat. Program asuransi ini untuk 804 Ha lahan, dan yang daftar sudah 59 Ha, jadi masih tersisa 745 Ha.
“Syaratnya tidak susah, sebelum semai bisa daftar, tetapi klaimnya usia tanaman diatas 1 bulan. Saya harap petani bisa bekerjasama dengan baik dan ikuti arahan pemerintah guna mengupayakan peningkatan produksi. Juga harus disiplin seperti pemanfaatan air. Pengamatan tanaman juga terkait hama harus intensif, laporkan ke pemerintah agar bisa dibantu,” paparnya.(bg/gung)

