Iklan

Iklan

,

Iklan

Demi Ikut Demo, Guru Honorer Rela Jual apa saja yang ada.

Redaksi
Jumat, 12 Februari 2016, 19:23 WIB Last Updated 2016-03-15T05:44:51Z




(TN)Jakarta -- Ribuan guru honorer masih berdemo di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Mereka datang dari berbagai daerah, di antaranya Bogor, Tasikmalaya, Bandung, Lampung, Jepara, dan lainnya.

Kebanyakan dari mereka tak punya ongkos untuk ke Jakarta. Para pahlawan tanda jasa itu pun rela meminjam uang, bahkan ada yang sampai menjual perabotan rumah tangga demi menyuarakan aspirasi mereka.

Siswanto, guru Sekolah Dasar Negeri 02 Purwodadi, mengaku, menjual lemari dan kursi. Perabot laku Rp450 ribu. Dia menggunakan uang itu untuk hidup selama tiga hari di Jakarta.

"Saya enggak mau pinjam, barang yang ada saja saya jual. Lemari laku Rp250 ribu, kursi dapat Rp200ribu. Itu semua demi demo hari ini," ujar Siswanto di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (12/2/2016).

Sebagai guru honorer, Siswanto mengaku, cuma diupah Rp200 ribu per bulan. Dia mengabdi selama 12 tahun.

Lain Siswanto, lain Kamaruddin. Guru di daerah terpencil (Gurdacil) SD Desa Baok, Kuningan, itu memilih meminjam uang sebesar Rp300 ribu untuk ke Jakarta. Duit dipinjam dari kas sekolah.

Kamaruddin sudah 12 tahun tak naik status. Dia masih honorer dan hanya digaji Rp150 ribu/bulan. Ironisnya, bukan sekali dua kali, gaji dirapel tiga bulan. "Enggak apa-apa, ini perjuangan," kata Kamaruddin di sela-sela demo guru honorer.

Pria berusia 33 tahun itu mengungkapkan, beberapa guru ada yang harus menjual sepeda ontel dan menggadaikan sepeda motornya. Hal itu mereka lakukan hanya untuk menyuarakan suara pendidik yang belum sejahtera.

Kamarrudin berharap demo yang sudah berjalan tiga hari ini bisa membuahkan hasil. Jadi, duit dan tenaga yang mereka korbankan tidak sia-sia.

"Kami mohon Pak Presiden, perhatikan kami, nasib, dan kesejahteraan kami. Sudah belasan tahun bahkan ada yang sudah 30 tahun tapi statusnya masih seperti itu," keluh Kamaruddin.

Guru honorer lainnya, Titi Darsiti berharap demonstrasi hari ini membuahkan hasil. Ia berdoa agar Presiden Joko Widodo segera mengangkat ratusan ribu guru honorer yang jauh dari kata sejahtera.

"Ini aksi terakhir kami. Semoga Pak Jokowi mau mendengarkan keluhan dan memperhatikan nasib pahlawan tanpa tanda jasa ini," ucap guru yang sudah 13 tahun mengabdi di SDN 1 Cilembeuy, Kuningan, Jawa Barat.(Lp)

Iklan