Headlines
Loading...
HOME NASIONAL DAERAH TUBABA PESAWARAN SUMSEL ASAHAN
Diduga Telah Menelantarkan Pasien RSUD Sukada Dilaporkan Kepolres Lampung Timur

Diduga Telah Menelantarkan Pasien RSUD Sukada Dilaporkan Kepolres Lampung Timur

Lampung Timur (Timenews.id) -- LSM. BERKITAB (Bersama Kita Bisa) Melalui Ketua Umumnya Muddabar RI yang di dampingi Sekertaris umum ROPIAN.K melaporkan Rumah Sakit daerah RSUD Sukadana ke Polres Lampung Timur terkait meninggalnya seorang pasien rawat jalan. pasalnya pihak rumah sakit diduga telah menelantarkan Pasien  yang hendak kontrol ke poli bedah namun tak kunjung di layani dan pasien sudah berada di ruang tunggu dari jam 08:00 wib hingga jam 11:30 wib

Sekertaris BERKITAB Ropian Kunang Memaparkan Kronologisnya" di hadapan insan pers di seketariat lembaga BERKITAB jum'at 11/05
Ibu Salbiyah warga Desa Braja Asri Kec. Way Jepara kab. Lampung Timur pada saat itu memang telah mengidap penyakit stroke, diabetes dan sulit Buang air kecil. Oleh suaminya Pak Nengah, ibu Salbiyah dibawa untuk berobat ke RSUD Sukadana pada hari minggu 8 April 2018 sebagai pasien BPJS PBI dan dirawat inap di rumah sakit tersebut setelah beberapa hari pasien di rawat.

Selanjutnya dokter menyarankan agar pasien dibawa pulang pada tanggal 12 April 2018.namun saat pasien pulang atas saran dokter Nanang si pasien masih mengenakan alat medis selang pembantu dan dan dianjurkan kontrol ulang kembali pada tanggal 17 April," paparnya

Pada waktu kontrol ulang tanggal 17 April 2018 tersebut lanjut Ropian ibu Salbiyah sebagai pasien rawat jalan di RSUD Sukadana berangkat kerumah sakit Setiba di sana, petugas kesehatan mengarahkan suami isteri tersebut ke poli bedah.
Lalu pasien disuruh menunggu dengan alasan menunggu antrian. Setelah menunggu tiga jam setengah lamanya ibu Salbiyah kejang-kejang karena tidak mendapat penanganan medis dan Siang itu juga Pasien  meninggal dunia," ungkapnya.

Atas kejadian ini, BERKITAB sangat kecewa dengan pelayanan rumah sakit yang terkesan membiarkan Pasien Menunggu tanpa pelayanan Medis"ujar Ropian

"Untuk itulah pada hari ini(Jum"at 11/05) Kami melaporkan secara Resmi ke Polres Lampung Timur atas kelalaian pihak rumah sakit agar ke depannya tidak terjadi lagi hal Serupa"pungkasnya.

Di tempat terpisah Direktur Rumah Sakit Sukadana  dr.Nanang Saleh saat di temui awak media di Ruang Kerjanya membenarkan telah meninggalnya seorang Pasien Rawat Jalan yang bernama Salbiyah.

Menurutnya Rumah Sakit telah melakukan Standar Pelayanan ada pun Kejadian tersebut Karna Si Pasien mengidap penyakit Komplikasi"Ujar Dr.Nanang.

"Dokter bedah saya dan penanggung jawab saya. Kebetulan pasien saya itu tidak bisa buang air kecil karena pengaruh syarafnya yang terganggu. Penyakit utamanya sebetulnya bukan gangguan tidak bisa buang air kecil, tapi sebenarnya pasien ini memiliki konflikasi penyakit, yakni stroke, diabetes dan gangguan lambung," bebernya.

Dokter spesialin bedah di RSUD Sukadana ini menyatakan, pada saat kejadian itu saya tidak berada di ruangan saya yaitu ruang bedah. Waktu itu saya ada giat di luar jadi saya tidak tau persis kronologisnya dan informasi kronologis kematian ibu Salbiyah ini saya dapat dari anggota LSM BERKITAB bahwa pasien saat itu mau kontrol di poli bedah dan pada saat pasien sampai ke poli, kondisi pasien masih stabil mungkin karena menunggu lama pasien drop dan kejang-kejang.

"Kemudian pasien dilarikan oleh perawat ke ruang UGD dan pasien langsung ditangani dokter jaga. Saat itu pasien tidak bisa bernafas tapi detak jantungnya masih ada.
Terkait lamanya pasien menunggu antrIan merupakan prosedur rumah sakit. Pihaknya tidak bisa memprioritaskan pasien yang mengantri di poli bedah.
"Kami tidak bisa memprioritaskan karena banyak pasien yang berebut minta di dahulukan," tutupnya