Headlines
Loading...
HOME NASIONAL DAERAH TUBABA PESAWARAN SUMSEL ASAHAN
BKKBN Lampung Kemitraan Program KKBPK Harus Ditingkatkan

BKKBN Lampung Kemitraan Program KKBPK Harus Ditingkatkan

Kepala Perwakilan BKKBN Lampung  Dra. Hj Paulina JS Saat Menyampaikan Sambutan Tentang Kemitraan Program Kependudukan Keluarga Berencana Dok Humas

Bandar Lampung (Timenews.co.id) -- Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung menggelar rapat koordinasi teknis (rakornis) kemitraan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

"Keberhasilan program KKBPK tak lepas dari peran mitra kerja. BKKBN membutuhkan dukungan komitmen, kepedulian tinggi, partisipasi dan kerjasa sama dari pemangku kepentingan dan mitra kerja di Lampung," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Paulina JS di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan dari rakornis yang berlangsung selama dua hari dari 4 hingga 5 April 2017 diharapkan nantinya peserta dapat melakukan sosialisasi terkait program KKBPK sehingga ada pemerataan pengelola dan pelaksanaan program tersebut terutama di daerah yang memiliki capaian rendah, termasuk daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan, serta Kampung Keluarga Berencana (KB).

Menurut dia, agar program itu berhasil diperlukan dukungan komitmen dari pemangku kepentingan dan mitra kerja. Dukungan komitmen yang bersinergitas dan terpadu dari pemangku kepentingan dan mitra kerja diperlukan secara operasional mulai dari tingkat pusat hingga ke lini lapangan.

Berdasarkan data, lanjutnya, sebanyak 110 nota kesepahaman bersama antara BKKBN dan para pemangku kepentingan dan mitra kerja, untuk keberhasilan program KKBPK.

"Jangan sampai kemitraan yang terjalin antara BKKBN dengan pemangku kepentingan dan mitra kerja terhenti pada penandatanganan MoU," ujarnya lagi.

Ia menjelaskan kerjasama antara BKKBN, pemangku kepentingan dan mitra kerja telah memberikan kontribusi yang cukup besar.

Keberhasilan program KB dalam penurunan angka kelahiran dari 5,6 anak per wanita pada 1970-an menjadi 2,6 anak per wanita tahun 2000 tidak lepas dari peran kemitraan tersebut.

Penurunan angka kelahiran melalui pelembagaan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) turut membantu peningkatan pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, dan perkonomian.

"Progam KB ditengarai berkontribusi terhadap kelahiran tercantum 100 juta jiwa dalam empat dasawarsa," ujar Paulina. (Rls/Bkkbn)