Iklan

Iklan

,

Iklan

Kunci Kehancuran Golkar di Ical

Redaksi
Kamis, 10 Maret 2016, 20:25 WIB Last Updated 2016-03-10T13:25:47Z
(TN) JAKARATA.Keputusan Aburizal Bakrie masih ditunggu kader Partai Golkar untuk mengakhiri konflik. Yakni penyatuan kembali partai beringin melalui musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi kepengurusan Golkar Munas Ancol.
Diketahui, munculnya pernyataan MA yang mengesahkan pengurus Golkar hasil Munas Bali mengakibatkan rapat pleno pembicaraan Munaslub Rabu (2/3) lalu mendadak dibatalkan. Hal itu menimbulkan banyak spekulasi. Terutama dari DPD I dan DPD II.
Bendahara Umum Golkar hasil Munas Bali Bambang Soesatyo mengatakan, para pengurus daerah khawatir partai tidak siap dan bahkan terancam tidak bisa mengikuti pilkada serentak putaran kedua 2017. Maka, Ical perlu segera menyikapinya.
Sebagai tim pemenangan Ade Komarudin untuk menjadi caketum Golkar, Bambang mengaku pihaknya sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya pada keputusan dan kebijakan yang dikeluarkan Ical.
Mereka tidak mempermasalahlan apakah munas digelar April, Juli, atau Oktober. Bahkan, jika diputuskan 2019 pun, mereka setuju. “Karena kami yakin ARB paham mana yang terbaik bagi masa depan partai Golkar,” kata dia melalui pesan singkat, Minggu (6/3).
Jika keadaan tanpa kejelasan ini terus berlarut, Bamsoet –sapaannya, khawatir akan muncul lagi Munas tandingan kedua dengan modus penyelamatan partai. “Munas penyelamatan partai inilah yang bakal diendors dan kembali menjadi kuda troya pemerintah melalui operasi senyap untuk kemelut partai Golkar,” tandas anggota komisi III itu(net)

Iklan